Fila ilvia
Globalisasi telah membawa perubahan yang
cukup besar terhadap pola budaya dan gaya hidup masyarakat di Indonesia.
Perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi memungkinkan berbagai
budaya asing masuk dengan mudah dan memengaruhi cara berpikir, bersikap, hingga
pola konsumsi masyarakat. Fenomena ini dapat dilihat dari meningkatnya
penggunaan produk luar negeri, berkembangnya gaya hidup digital, serta adanya
pergeseran nilai dan norma dalam kehidupan sosial.
Di satu sisi, globalisasi memberikan
dampak positif, seperti semakin terbukanya wawasan masyarakat, kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kualitas hidup. Namun di sisi
lain, globalisasi juga menghadirkan tantangan, di antaranya munculnya perilaku
konsumtif, meningkatnya sikap individualistis, serta kecenderungan meniru
budaya asing tanpa proses penyaringan yang tepat. Jika tidak disikapi dengan
bijak, kondisi ini dapat melemahkan identitas budaya bangsa.
Oleh karena itu, penguatan literasi budaya
menjadi langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menjaga jati diri bangsa
di tengah arus globalisasi. Literasi budaya tidak hanya membantu individu
memahami dan menghargai budayanya sendiri, tetapi juga membekali kemampuan
untuk menyaring pengaruh budaya luar secara kritis. Dalam hal ini, momentum
Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran
penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sebagai upaya
mempertahankan identitas bangsa di era global.
Isi
Dalam upaya
menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi, literasi menjadi
salah satu fondasi utama yang tidak dapat diabaikan. Literasi tidak hanya
dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup
keterampilan individu dalam memahami, mengolah, serta menerapkan informasi
secara tepat dalam berbagai situasi kehidupan (Hartati dalam Widodo, 2020). Hal
ini diperkuat oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Sistem Perbukuan yang menegaskan bahwa literasi berkaitan dengan kemampuan
berpikir kritis dalam menafsirkan informasi, sehingga individu mampu
memanfaatkan pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup (Yusuf
et al., 2020).
Dalam konteks
globalisasi, literasi budaya menjadi sangat penting sebagai strategi untuk
mempertahankan jati diri bangsa. Literasi budaya tidak hanya berhubungan dengan
pengetahuan tentang budaya, tetapi juga mencakup kemampuan memahami
keberagaman, menghargai perbedaan, serta menjaga nilai-nilai budaya lokal agar
tetap eksis di tengah pengaruh budaya global. Dengan demikian, literasi budaya
berperan sebagai benteng yang membantu individu agar tidak kehilangan
identitasnya ketika berhadapan dengan arus budaya asing yang semakin kuat.
Namun, realitas
di era digital menunjukkan bahwa literasi, khususnya literasi budaya dan
sejarah, masih sering terabaikan. Kemudahan akses teknologi justru tidak selalu
diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi secara bijak. Banyak individu
yang lebih tertarik pada konten instan dibandingkan memperdalam pengetahuan
yang bersifat edukatif. Selain itu, maraknya penyebaran informasi yang tidak
akurat, seperti hoaks, menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat masih
perlu diperkuat. Kondisi ini berpotensi melemahkan karakter generasi muda,
termasuk dalam hal kecintaan terhadap budaya bangsa.
Oleh karena
itu, penguatan literasi budaya perlu dijadikan sebagai strategi utama dalam
menghadapi tantangan globalisasi. Peran lembaga pendidikan menjadi sangat
penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya melalui pembelajaran yang
kontekstual dan menarik. Sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bersinergi
dalam membangun kebiasaan literasi yang tidak hanya berfokus pada aspek
akademik, tetapi juga pada pemahaman budaya dan sejarah. Program-program
literasi dapat dikembangkan secara kreatif agar mampu menarik minat generasi
muda tanpa terkesan memaksa.
Dengan
demikian, penguatan literasi budaya bukan sekadar upaya meningkatkan
pengetahuan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjaga identitas
bangsa. Melalui literasi yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menyaring
pengaruh global secara bijak, tetap berpegang pada nilai-nilai budaya lokal,
serta berkontribusi dalam melestarikan budaya di tengah kehidupan yang semakin
global.
Penutup
Berdasarkan
uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa globalisasi membawa dampak yang tidak
dapat dihindari dalam kehidupan masyarakat, baik dalam aspek budaya maupun gaya
hidup. Perubahan yang terjadi memberikan peluang sekaligus tantangan, terutama
dalam menjaga identitas budaya bangsa. Oleh karena itu, literasi budaya menjadi
kunci penting dalam menghadapi arus globalisasi, karena mampu membekali
individu dengan kemampuan memahami, menyaring, dan mengapresiasi nilai-nilai
budaya secara bijak.
Penguatan
literasi budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab dunia pendidikan, tetapi
juga memerlukan peran aktif keluarga dan masyarakat. Melalui sinergi yang baik,
nilai-nilai budaya dapat terus diwariskan kepada generasi muda secara relevan
dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, literasi budaya tidak hanya
berfungsi sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai landasan dalam membentuk
karakter dan jati diri bangsa.
Sebagai pesan
inspiratif, di tengah derasnya arus globalisasi, generasi muda diharapkan tidak
hanya menjadi konsumen budaya, tetapi juga mampu menjadi pelestari dan
penggerak budaya bangsa. Dengan memperkuat literasi budaya, kita tidak hanya
menjaga warisan leluhur, tetapi juga membangun masa depan yang berakar pada
identitas bangsa sekaligus terbuka terhadap perkembangan dunia.
Daftar Pustaka
Anwar, K.
(2020). Literasi dan Karakter Bangsa: Membangun Identitas Nasional melalui
Pendidikan. Jakarta: Gramedia.
Fakih, M.
(2019). Pendidikan Literasi dan Pembentukan Jati Diri Bangsa. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Grafita Ohy Dkk
, Perubahan Gaya Hidup Sosial Masyarakat Pedesaan Akibat Globalisasi Di Desa
Rasi Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara , Jurnal Holistik Issn:
1979-0481 Vol. 13 No. 3 / Juli – September 2020
Malini, Serli,
dkk, 2023, URGENSI LITERASI BUDAYA DAN KEWARGANEGARAAN Di SEKOLAH DASAR DALAM
UPAYA MENCINTAI TANAH AIR, ( JOURMI): Jurnal Multidisiplin Indonesia , Vol.1,
No.3.
Nur Inayati
Saiful, dampak globalisasi tehadap gaya hidup pada masyarakat kampung komboi
distrik warsa kabupaten biak numfor, gema kampus, vol. 14,2019, hal. 32
.png)
0 Comments