Nama: Adrian Maulana Izul Haq
NIM: 20624064
Di era digital sekarang, literasi salah satu keterampilan utama yang harus
dimiliki oleh setiap orang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
telah mengubah pola komunikasi, pekerjaan, dan proses pembelajaran. Literasi
digital tidak terbatas pada kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi,
tetapi juga menyangkut kecakapan dalam mencari, menilai, dan menggunakan
informasi dengan efektif.
Literasi
digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat lunak atau
mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup berbagai keterampilan
kognitif, sosial, dan emosional yang saling berhubungan dan dibutuhkan agar
seseorang bisa berperan secara tepat di lingkungan digital. Pada masa sekarang,
kemampuan literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting bagi siswa.
Berbagai penelitian mengenai anak dan remaja di Indonesia terdapat perilaku
negatif karena media digital dan internet. Kondisi ini muncul karena kurangnya
pengawasan dari orang tua, sehingga anak dan remaja terpapar informasi yang
tidak selalu sesuai dan dapat memengaruhi perkembangan moral mereka.
Dalam
kegiatan belajar mengajar, posisi guru tetap tidak tergantikan. Jika teknologi
digital dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, maka tugas
guru adalah memberikan pengawasan dan pembinaan supaya praktik literasi digital
digunakan secara tepat dan bermanfaat. Melalui kemampuan profesionalnya, guru
berfungsi sebagai pengontrol yang dapat membatasi kemungkinan terjadinya
tindakan menyimpang oleh siswa.
Rendahnya
tingkat literasi digital siswa menjadi persoalan
utama dalam pendidikan saat ini. Banyak peserta didik belum mampu membedakan
informasi yang akurat, menilai sumber yang terpercaya, serta memanfaatkan
teknologi secara efektif. Keterbatasan ini tidak hanya menghambat proses
pembelajaran, tetapi juga meningkatkan potensi penyalahgunaan internet, seperti
penyebaran informasi palsu dan ketergantungan pada media sosial.
Dalam pengembangan literasi digital di sekolah, Guru
memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam menumbuhkan literasi digital.
Guru harus menciptakan suasana belajar yang mendukung peserta didik untuk
mengenal dan memanfaatkan teknologi dengan tepat. Hal ini dapat diwujudkan memakai
media digital seperti video pembelajaran, aplikasi edukatif, dan platform
interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa.
Guru
dapat memodifikasi media pembelajaran dengan memanfaatkan media digital yang
lebih interaktif dan menarik, misalnya penggunaan Instagram sebagai sarana
belajar dalam bentuk digital. Dengan cara ini, guru dapat menumbuhkan kesadaran
siswa tentang pentingnya teknologi digital untuk kehidupan sehari-hari
sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan media teknologi secara
efektif untuk mencari informasi. Penggunaan Instagram sebagai media belajar
juga dapat membantu siswa memahami konsep literasi digital secara lebih
komprehensif dan meningkatkan ketepatan mereka dalam mengakses informasi yang
relevan. Selain itu, pemanfaatan aplikasi seperti Instagram memudahkan guru membuat
strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif sehingga meningkatkan
keterlibatan siswa serta memperbaiki capaian belajar.
Guru dapat
memanfaatkan aplikasi youtube, yaitu dengan cara membuat video tentang edukasi,
penjelasan materi dan kemudian menyuruh siswa nya agar menonton. Hal tersebut
bisa membuat siswa pintar dalam memilih konten yang bermanfaat. Dan sebaliknya
dengan cara guru memberikan tugas video kepada siswa tentang edukasi anti
bullying di aplikasi youtube. Kemudian guru dapat memberikan komentar yang
bijak di dalam kolom komentar, hal tersebut bisa menjadi contoh terhadap siswa
agar bijak nya berkomentar di media digital.
Untuk dari kepala sekolah bisa memberikan media
belajar kepada siswa untuk menggunakan laptop dan komputer yang sudah di
sediakan di ruang komputer sekolah, dan kepala sekolah memberikan pembelajaran
tentang gambar, audio dan visual. Hal tersebut bisa membuat siswa dapat memilih
konten yang ada di media sosial.
Integrasi literasi digital ke dalam proses
pendidikan membawa berbagai manfaat, seperti meningkatkan kemampuan guru untuk
mewujudkan kelas yang kreatif dan inovatif, serta memperluas kesempatan bagi
siswa untuk mempelajari informasi dan aktivitas belajar yang kreatif. Hal ini
berperan penting dalam merespons dinamika era modern dan membentuk generasi
yang siap berkompetisi dan berkembang di lingkungan digital.
Peran guru dalam membimbing siswa menguasai media
digital menjadi bagian yang penting
untuk menghadapi tuntutan pendidikan masa kini. Literasi digital tidak hanya
terkait tentang mengoperasikan perangkat, tetapi juga meliputi keahlian dalam
menemukan, menafsirkan, dan memanfaatkan informasi secara tepat. Meski
teknologi berkembang cepat, siswa masih sering mengalami kendala, seperti belum
mampu membedakan informasi yang benar, rendahnya kemampuan mengevaluasi
kredibilitas sumber, dan tingginya peluang penyalahgunaan media digital. Karena
itu, guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, pengawas, dan pembentuk
karakter digital siswa.
Melalui pembelajaran yang menggabungkan berbagai
media video pembelajaran, Instagram, dan YouTube guru bisa membuat belajar yang
lebih menarik dan sesuai dengan realitas kehidupan siswa. Pemanfaatan media
tersebut tidak hanya menciptakan pembelajaran menjadi kreatif, tetapi juga membuat
siswa memahami literasi digital dengan mendalam. Guru juga menjadi contoh dalam
menggunakan media digital dengan bijak, baik dalam berkomentar, memilih konten,
maupun memberi arahan terhadap perilaku digital siswa.
Secara menyeluruh, penerapan literasi digital
dalam pendidikan membawa dampak positif yang besar bagi kualitas pembelajaran.
Upaya ini memperluas akses siswa terhadap berbagai sumber belajar interaktif
sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi yang peka untuk perkembangan
teknologi. Dalam keseluruhan proses tersebut, peran guru tetap menjadi pondasi
utama yang tidak dapat tergantikan.
Daftar Pustaka
Akbar, A.
(2017). Membudayaan Literasi dengan Program 6M. Jurnal Pendidikan Sekolah
Dasar, 42-52.
Alfida Auliya
Rahmah, Neneng Rika Jazilah Kholidah, & Noeruddin, A. (2023). STRATEGI GURU
DALAM PEMANFAATAN INTERNET UNTUK PENGUATAN LITERASI DIGITAL PADA SMKN 1
BOJONEGORO. 2(3), 124-132. Seroja : Jurnal
https://doi.org/10.572349/seroja.v2i3.707 Pendidikan,
0 Comments