PERAN GURU SEBAGAI PEMBIMBING DIGITAL UNTUK MENGURANGI DAMPAK BURUK MEDIA SOSIAL

 NAMA: Dimas Putra Setiawan

NIM: 20624057

I. PENDAHULUAN

Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan peserta didik. Akses yang mudah dan penggunaan yang hampir tanpa batas membuat siswa rentan terhadap berbagai dampak negatif, seperti informasi yang menyesatkan, cyberbullying, kecanduan gawai, hingga penurunan motivasi belajar. Kondisi ini menuntut adanya pendampingan yang tepat agar siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan, guru memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai pendidik akademik, tetapi juga sebagai pembimbing digital yang berperan penting dalam menanamkan literasi digital, sikap kritis, dan perilaku positif dalam beraktivitas di ruang maya. Oleh karena itu, peran guru sebagai pembimbing digital menjadi sangat krusial dalam upaya mengurangi dampak buruk media sosial terhadap perkembangan karakter dan akademik peserta didik.

II. PEMBAHASAN

Guru memiliki peran penting dalam memberikan literasi digital kepada siswa. Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga keterampilan memahami dan mengevaluasi informasi yang beredar di media sosial. UNESCO (2023) menegaskan bahwa literasi digital harus mencakup kemampuan berpikir kritis agar individu mampu memilah informasi yang valid dari yang menyesatkan. Dengan mengajarkan etika berinternet, cara mendeteksi hoaks, serta pentingnya menjaga data pribadi, guru membantu siswa menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak dan bertanggung jawab (Kominfo, 2022).

Selain memberikan pengetahuan, guru juga berperan sebagai pengawas yang membantu memonitor perilaku daring peserta didik. Menurut Rahmah (2020), pendampingan guru dalam aktivitas digital dapat mengurangi risiko perilaku negatif seperti cyberbullying dan kecanduan gawai. Guru dapat bekerja sama dengan orang tua serta memanfaatkan platform pembelajaran yang aman untuk mengetahui pola penggunaan media sosial siswa. Dengan memberikan arahan ketika menemukan indikasi perilaku online yang menyimpang, guru membantu siswa memahami konsekuensi dari setiap tindakan di ruang digital.

Peran guru sebagai pembimbing digital juga ditunjukkan melalui keteladanan dalam bermedia sosial. Siswa cenderung meniru perilaku orang dewasa yang mereka hormati, sehingga guru harus menunjukkan praktik penggunaan media sosial yang etis dan bermanfaat. Menurut Suyanto (2021), keteladanan pendidik menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter digital peserta didik. Dengan membagikan konten edukatif, berkomunikasi secara santun, dan menghindari penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya, guru dapat menjadi contoh nyata penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.

Selain memberikan bimbingan dan keteladanan, guru juga berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan kolaborasi digital yang sehat di sekolah. Guru dapat memanfaatkan platform pembelajaran daring untuk mendorong kerja sama, diskusi, dan proyek kreatif yang mengarahkan siswa pada penggunaan media sosial secara produktif. Menurut Kurniawan (2022), aktivitas digital yang terarah dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah. Dengan menyediakan ruang belajar daring yang positif, guru dapat mengalihkan perhatian siswa dari konten negatif menuju kegiatan digital yang bermanfaat, sehingga penggunaan media sosial menjadi sarana pengembangan diri, bukan sumber masalah.

III. KESIMPULAN

Peran guru sebagai pembimbing digital sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat penggunaan media sosial di kalangan peserta didik. Melalui penguatan literasi digital, guru membantu siswa memahami cara bermedia sosial secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Pendampingan yang dilakukan guru juga berkontribusi dalam mencegah munculnya perilaku negatif seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, maupun kecanduan gawai. Selain itu, keteladanan guru dalam menggunakan media sosial secara positif menjadi contoh nyata bagi siswa dalam membangun karakter digital yang baik. Dengan demikian, keterlibatan aktif guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing digital menjadi kunci penting dalam mengurangi dampak buruk media sosial dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih aman, sehat, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal.
Daftar Pustaka

Kominfo. (2022). Pedoman Literasi Digital Nasional. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Rahmah, N. (2020). Dampak Media Sosial terhadap Perilaku Siswa dan Peran Guru dalam Pengawasannya. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 85–95.

Suyanto. (2021). Pendidikan Karakter di Era Digital. Jakarta: Prenada Media.

UNESCO. (2023). Digital Literacy Global Framework. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

 

Post a Comment

0 Comments