Putri Intan Suryani
Pendahuluan
Di zaman sekarang, karena teknologi makin
canggih dan orang-orang makin mudah terhubung, dunia pendidikan juga ikut
berubah. Cara belajar, isi pelajaran, sampai kemampuan yang dibutuhkan juga
jadi berbeda. Pendidikan sekarang penting banget buat nyiapin orang menghadapi
tantangan yang makin rumit. Maka dari itu, sistem pendidikan perlu disesuaikan
supaya cocok dengan kebutuhan zaman sekarang. Sekarang, literasi itu bukan cuma
soal bisa baca dan nulis saja. Lebih dari itu, kita juga harus bisa ngerti
informasi, mikir kritis, dan bisa menyesuaikan diri sama perubahan. Literasi
jadi hal penting buat berkembang, baik secara pribadi, kerja, maupun di
kehidupan sosial, apalagi di zaman yang serba cepat dan terhubung seperti
sekarang.
Di sisi lain, perkembangan teknologi,
perubahan kebutuhan kerja, dan tuntutan skill zaman sekarang bikin dunia
pendidikan punya banyak tantangan. Masih ada masalah seperti akses informasi
yang belum merata, pelajaran yang kadang kurang sesuai sama kebutuhan nyata,
dan skill yang diajarkan belum sepenuhnya cocok sama dunia kerja
Hari Pendidikan itu jadi pengingat kalau
sekolah bukan cuma soal nilai atau pelajaran, tapi juga tentang membentuk sikap
dan jati diri kita. Di zaman sekarang yang serba global dan teknologi
berkembang cepat, kita jadi mudah banget terhubung dengan budaya dari luar. Ini
memang bagus, tapi juga bisa bikin budaya sendiri jadi kurang diperhatikan
kalau tidak dijaga.
Karena itu, literasi budaya jadi hal yang
penting dalam pendidikan. Literasi budaya bukan cuma mengenal budaya Banjar,
tapi juga paham maknanya dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan begitu, sekolah tidak hanya membuat siswa pintar, tapi juga punya
karakter dan tetap bangga dengan budaya sendiri.
Melalui Hari Pendidikan ini, kita diingatkan
lagi untuk kita menjaga budaya lewat literasi budaya itu penting banget supaya
Banua bisa maju dan kuat tanpa kehilangan identitasnya.
Isi
Di zaman digital sekarang, literasi budaya
juga bisa diperkuat lewat teknologi. Media sosial dan platform online bisa
dipakai untuk mengenalkan budaya Banjar ke lebih banyak orang, Penelitian oleh
Lebih dari itu, literasi budaya juga bisa
memberi dampak ke ekonomi. Budaya lokal bisa dikembangkan jadi peluang usaha,
misalnya lewat kerajinan tangan, makanan khas, sampai wisata budaya. Literasi
budaya itu nggak cuma sekadar tahu adat atau tradisi aja, tapi juga ngerti
makna di baliknya. Misalnya nilai gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan,
itu semua sebenarnya penting banget dan bisa dipakai dalam kehidupan
sehari-hari
Pendidikan itu juga penting banget buat
memperkuat literasi budaya. Sekolah bukan cuma tempat belajar pelajaran, tapi
juga tempat buat kenal budaya sendiri. Kalau budaya daerah ikut diajarkan di
sekolah, siswa jadi lebih ngerti dan bisa lebih sayang sama budayanya. Selain
itu, sekarang teknologi juga bisa dimanfaatkan
Budaya juga bukan cuma soal identitas saja,
tapi bisa jadi peluang untuk mencari penghasilan. Misalnya lewat kerajinan,
makanan khas, atau wisata budaya yang bisa dikembangkan jadi usaha. Jadi,
budaya itu bukan cuma dilestarikan, tapi juga bisa membantu meningkatkan
kehidupan masyarakat jadi lebih sejahtera.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa literasi budaya punya peran yang sangat penting di era digital seperti sekarang. Literasi budaya tidak hanya membuat kita tahu tentang adat atau tradisi, tetapi juga membantu kita memahami nilai-nilai di dalamnya seperti gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini penting agar identitas budaya tetap terjaga meskipun zaman terus berubah. Jadi, literasi budaya merupakan kunci untuk membangun banua yang berdaya di tengah arus globalisasi. Dengan memahami dan mencintai budaya sendiri, kita bisa tetap maju tanpa kehilangan jati diri. Sudah saatnya generasi muda jadi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya, demi masa depan banua yang lebih sejahtera.
Daftar Pustaka
Frisnoiry, S. (2024). Transformasi pendidikan menuju
literasi di era globalisasi: Tantangan dan peluang. Jurnal Pendidikan
Matematika Malikussaleh, 53-63.
Jenkins, H. I. (2016). Participatory culture in a networked
era: A conversation on youth, learning, commerce, and politics. Polity
Press.
Suyitno. (2019). Penguatan pendidikan karakter melalui
budaya lokal. . jurnal pendidikan, 123-124.
UNESCO. (2017). Literacy in a digital world. . UNESCO
Publishing.
.png)
0 Comments