Farha Faizah
Pendahuluan
Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan besar
di era globalisasi, terutama dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya
arus informasi global. Tema Hari Pendidikan Nasional 2026, “Belajar Setara,
Berbudaya Banua, Membangun Banjar Sejahtera”, menegaskan pentingnya pendidikan
yang tidak hanya merata, tetapi juga berakar pada nilai budaya lokal.
Salah satu pendekatan strategis untuk mewujudkan hal
tersebut adalah melalui penguatan literasi budaya. Literasi budaya tidak
sekadar kemampuan memahami teks, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap nilai,
tradisi, dan identitas lokal. Dalam konteks ini, kearifan lokal menjadi sumber
penting dalam membangun pendidikan yang relevan dan bermakna. Pendidikan
berbasis kearifan lokal terbukti mampu meningkatkan kesadaran budaya sekaligus
memperkuat karakter peserta didik (Islawiyah &
Marsuki, 2026).
Isi
Literasi budaya merupakan bagian penting dari
pendidikan abad ke-21 yang bertujuan membentuk individu yang tidak hanya cerdas
secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat. Dalam
praktiknya, literasi budaya dapat dikembangkan melalui integrasi nilai-nilai
lokal dalam pembelajaran.
Penelitian menunjukkan bahwa literasi berbasis
kearifan lokal mampu mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif siswa secara
seimbang (Hatima, 2025). Hal ini karena siswa tidak hanya belajar memahami
materi, tetapi juga menghayati nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah
penggunaan cerita rakyat sebagai media literasi. Cerita rakyat tidak hanya
berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana penanaman nilai moral dan budaya.
Penggunaan media literasi digital berbasis cerita lokal terbukti efektif dalam
meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat identitas budaya siswa (Ginting, 2025).
Selain itu, program literasi berbasis budaya seperti
Gerakan Literasi Sabtu Budaya dapat menjadi inovasi dalam dunia pendidikan.
Program ini mengintegrasikan kegiatan literasi dengan praktik budaya lokal,
sehingga siswa dapat belajar secara langsung melalui pengalaman (Nurhimayati &
Muzakkar, 2025). Pendekatan ini juga mendorong keterlibatan aktif
siswa dalam proses pembelajaran.
Dalam konteks pendidikan formal, integrasi kearifan
lokal ke dalam kurikulum menjadi langkah penting. Kurikulum yang berbasis
budaya lokal dapat membantu siswa memahami lingkungan sosialnya serta
meningkatkan rasa memiliki terhadap budaya daerah (Nawir et al., 2025). Hal ini juga sejalan dengan upaya membangun
pendidikan yang inklusif dan kontekstual.
Lebih lanjut, literasi budaya juga dapat
dikembangkan melalui pembelajaran berbasis etnosains. Pendekatan ini
menghubungkan konsep ilmiah dengan praktik budaya lokal, sehingga siswa dapat
memahami ilmu pengetahuan secara lebih kontekstual (Dharmayanti &
Lestari, 2025). Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kehidupan
sehari-hari siswa.
Namun, implementasi literasi budaya masih menghadapi
berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi budaya guru dan kurangnya sumber
belajar berbasis lokal. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan pengembangan
kompetensi guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran (Putri et al., 2025).
Selain itu, kolaborasi antara sekolah dan masyarakat
juga sangat penting. Masyarakat sebagai pemilik budaya memiliki peran dalam
mentransmisikan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Melalui kerja sama ini,
pendidikan dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter
(Rofik et al., 2025).
Di era digital, literasi budaya juga harus
beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Integrasi media digital dalam
pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran
sekaligus menjangkau lebih banyak siswa (Rahmawati &
Pratama, 2025). Namun, penggunaan teknologi harus tetap mempertahankan nilai-nilai
lokal agar tidak tergerus oleh budaya global.
Penutup
Penguatan
literasi budaya berbasis kearifan lokal merupakan strategi penting dalam
mewujudkan pendidikan yang setara dan berkarakter. Melalui integrasi nilai
budaya dalam pembelajaran, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi
juga membangun identitas dan karakter yang kuat.
Momentum
Hari Pendidikan Nasional 2026 harus menjadi titik awal transformasi pendidikan
yang lebih kontekstual dan berbudaya. Dengan sinergi antara pendidikan, budaya,
dan teknologi, Indonesia dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas,
tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dalam menghadapi tantangan
global.
Daftar Pustaka
Dharmayanti, L. P. D., & Lestari, N. A. P. (2025).
Pembelajaran IPA berbasis etnosains sebagai strategi pengembangan karakter
cinta lingkungan siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia.
https://doi.org/10.23887/jurnal_ap.v16i1.6120
Ginting, M. I. (2025). Cerita rakyat
interaktif: Media literasi digital berbasis budaya lokal untuk anak sekolah
dasar. Seminar Nasional Pendidikan. https://doi.org/10.29407/z6ax8003
Hatima, Y. (2025). Sinergi deep
learning dan kearifan lokal untuk pengembangan literasi bahasa dan sastra
Indonesia pada anak sekolah dasar. Journal of Humanities, Social Science.
https://doi.org/10.64690/jhuse.v1i7.313
Islawiyah, R., & Marsuki, N. R.
(2026). Penguatan literasi budaya sebagai strategi pendidikan berbasis nilai
budaya dalam menjaga identitas bangsa di era globalisasi. Jurnal Psikososial
Dan Pendidikan.
https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/3878
Nawir, M., Zakina, F. N., &
Ramadhani, I. (2025). Literasi budaya sebagai kecakapan hidup bagi siswa di
tingkat sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.24266
Nurhimayati, H., & Muzakkar, A.
(2025). Implementasi gerakan literasi sabtu budaya dalam membentuk karakter
sosial peserta didik. Jurnal Ilmiah Global Education.
https://doi.org/10.55681/jige.v6i4.4757
Putri, K. E., Laila, A., Mukmin, B.
A., & Mujiwati, E. S. (2025). Pelatihan internalisasi kearifan lokal untuk
meningkatkan literasi dasar. Jurnal Pendidikan Dasar.
https://doi.org/10.29407/dedikasi.v5i1.24759
Rahmawati, A., & Pratama, R.
(2025). Penerapan pendidikan multikultur dengan media digital untuk
pemberdayaan nilai lokal di sekolah. Jurnal Dinamika Pendidikan.
https://doi.org/10.55981/dinamika.2025.v1i2.73
Rofik, A., Salamah, S. S., &
Firdausi, R. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam sistem pendidikan
Indonesia: Sebuah studi literatur. Seminar Nasional Pendidikan.
https://ejournal.uniramalang.ac.id/isiep/article/view/8678
.png)
0 Comments