Guru sebagai Inspirator dalam Mencetak Generasi Berdaya Saing Global

 Lailatul Najmi Mutiarasani 20624056 Etika Profesi Keguruan_A   

  1. PENDAHULUAN

Perkembangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya ditandai oleh hadirnya berbagai teknologi baru, tetapi juga oleh tuntutan bagi guru untuk mampu menempatkan perannya secara tepat di tengah perubahan tersebut. Digitalisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan, dan meningkatnya persaingan global membuat proses belajar menjadi lebih terbuka dan fleksibel. Siswa dapat mengakses materi dari berbagai sumber dan waktu, namun keberadaan guru tetap memiliki peran penting dalam memberikan arah, konteks, dan pemahaman yang lebih mendalam. Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa guru adalah elemen utama yang membentuk kualitas pendidikan dan masa depan bangsa.

Dalam situasi ini, guru tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai sosok yang menginspirasi peserta didik untuk berkembang. Ananda, Purrohman, dan Ruslan (2025) menegaskan bahwa transformasi pendidikan di Indonesia membutuhkan guru yang mampu membimbing siswa menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Di era digital, guru memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan peserta didik siap menghadapi kompetisi global tanpa mengabaikan karakter, nilai, dan identitas nasional. Karena itulah, pembahasan mengenai peran guru sebagai inspirator menjadi sangat relevan dalam upaya memperkuat kontribusi mereka bagi generasi masa depan.

  1. PEMBAHASAN

Menjadi inspirator berarti menghadirkan pengaruh positif yang mendorong siswa untuk berkembang, memotivasi mereka untuk terus belajar, serta membuka wawasan agar berani memasuki kompetisi global. Siswa saat ini hidup di lingkungan yang dipenuhi informasi. Namun, melimpahnya informasi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pengetahuan. Justru di sinilah seorang guru diperlukan sebagai pemandu yang membantu siswa memilah, memahami, dan mengolah informasi tersebut menjadi pengetahuan yang bermakna. Guru inspiratif bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga berperan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kreativitas. Sikap terbuka terhadap inovasi dan teknologi adalah bagian dari cara guru untuk menginspirasi siswa. Guru yang mau mencoba aplikasi pembelajaran baru, menggunakan media interaktif, atau mengintegrasikan AI dalam pembelajaran memberikan contoh bahwa belajar itu harus dinamis dan mengikuti perkembangan zaman. Ketika siswa melihat gurunya tidak takut menghadapi perubahan, mereka pun akan lebih siap beradaptasi dalam kehidupan mereka.

 

Pandangan ini sesuai dengan pendapat Nurlaelah, Cahyono, dan Bisri (2024) yang menegaskan bahwa guru adalah pilar utama dalam transformasi pendidikan menuju generasi emas Indonesia. Dimana mereka menekankan pentingnya guru yang tidak hanya cakap secara pedagogik, tetapi juga memiliki semangat untuk menggerakkan ekosistem pendidikan agar lebih inovatif dan relevan. Guru penggerak inilah yang membuka ruang bagi pendekatan pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, dan kegiatan reflektif yang membuat siswa lebih aktif dalam proses belajarnya. Tidak hanya dari sisi akademik, guru inspiratif juga memegang peran besar dalam pembentukan karakter siswa. Di era yang dipenuhi nilai-nilai global, siswa membutuhkan figur yang membantu mereka tetap memiliki akar budaya dan nilai kebangsaan. Guru hadir bukan sekadar untuk menanamkan kedisiplinan, tetapi juga integritas, empati, dan rasa tanggung jawab sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting agar siswa mampu bersaing secara global tanpa kehilangan arah moralnya. Guru yang memberikan teladan dalam bersikap, bekerja, dan berinteraksi akan meninggalkan kesan mendalam yang bertahan seumur hidup siswa.

 

Inspirasi dari seorang guru juga terlihat melalui kemampuannya membangun hubungan yang baik dengan peserta didik. Guru yang memahami latar belakang dan kebutuhan belajar masing-masing siswa akan lebih mudah menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan kondusif. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, menunjukkan inisiatif, dan mengembangkan minatnya, guru dapat membantu mereka merasa dihargai dalam proses belajar. Lingkungan seperti ini membuat siswa lebih yakin terhadap kemampuan dirinya, yang pada akhirnya menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan pembelajaran dan persaingan yang lebih luas di tingkat global. Selain itu, guru inspiratif mampu bekerja secara kolaboratif, tidak hanya dengan siswa tetapi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan. Kolaborasi dengan orang tua, komunitas, dan sesama guru dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Lingkungan pembelajaran yang kuat tidak lahir dari seorang guru saja, tetapi dari kerja bersama yang harmonis. Guru yang aktif membangun kolaborasi seperti ini sedang mengajarkan siswa untuk memahami bahwa keberhasilan dalam skala global menuntut kemampuan bekerja dalam tim lintas budaya dan lintas profesi.

Di tengah pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, guru juga memiliki peran penting dalam menjaga etika pembelajaran. Kemajuan digital memang membuka banyak kesempatan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan seperti potensi plagiarisme, penyalahgunaan data, dan sikap bergantung pada teknologi. Karena itu, guru perlu membimbing peserta didik agar memahami bagaimana teknologi digunakan secara tepat, kritis, dan sesuai aturan. Sikap guru dalam menjaga integritas akademik, menghormati hak cipta, dan memperhatikan privasi digital memberikan contoh langsung yang dapat diikuti oleh peserta didik. Selain itu, guru inspiratif adalah mereka yang melihat potensi peserta didik secara menyeluruh. Penilaian terhadap siswa tidak hanya didasarkan pada hasil akademik, tetapi juga pada proses, perkembangan sikap, serta kemauan untuk belajar dan mencoba hal baru. Cara pandang seperti ini membuat guru mampu mendukung peserta didik untuk berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki orientasi global, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di sekitar mereka. Peran ini menjadikan guru sebagai pihak yang berpengaruh besar dalam membentuk generasi yang kompeten sekaligus berkarakter.

  1. PENUTUP

Peran guru sebagai inspirator dalam menyiapkan generasi berdaya saing global merupakan tanggung jawab yang penting dan memerlukan komitmen yang kuat. Guru yang mampu mengintegrasikan kemampuan pedagogik, pemanfaatan teknologi, keteladanan, serta perhatian terhadap perkembangan peserta didik, sebenarnya sedang membangun pondasi yang sangat berpengaruh bagi masa depan Indonesia. Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kualitas pembelajaran di tengah perubahan yang terus berlangsung.

Melalui peran tersebut, guru berkontribusi membantu peserta didik memperkuat karakter, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Upaya yang konsisten inilah yang pada akhirnya akan melahirkan generasi yang memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan untuk berperan di tingkat dunia, sehingga dapat membawa Indonesia maju dan bermartabat di era digital.

 

Post a Comment

0 Comments