Wahdah Widdatul Fuadah
Pendahuluan
Budaya lokal menjadi nilai-nilai penting yang
tumbuh dalam masyarakat secara turun-temurun dan wajib diwariskan kepada
keturunan agar tidak mengalami kepunahan. Budaya lokal biasanya hadir dalam
kebiasaan suatu masyarakat yang kemudian berkembang menjadi kegiatan yang terus
dilakukan hingga saat ini. Penguatan budaya lokal sangat perlu untuk dilakukan
tidak hanya untuk pelestarian bagi keturunan di masa depan, namun budaya lokal
juga dapat ditampilkan kepada masyarakat dalam suku atau negara lain agar suatu
budaya lokal tersebut dapat dikenal oleh banyak orang. Anak muda menjadi target
bagi orang tua untuk mewariskan suatu budaya lokal yang ada dalam masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan adanya edukasi yang tepat agar para anak muda dapat
mengetahui dan mewariskan suatu budaya lokal yang telah ada dan berkembang
sejak dulu. Edukasi tersebut tidak hanya diajarkan oleh orang tua sang anak,
namun juga berupa program-program edukasi di sekolah. Sekolah sebagai tempat
untuk menuntut ilmu diharapkan juga menjadi wadah bagi anak muda untuk terus
berkarya, termasuk dalam bidang budaya lokal. Meninjau hal tersebut, diperlukan
perencanaan program-program yang bersifat mengedukasi bagi anak muda. Selain
itu, peran dari komunitas lokal juga sangat diharapkan agar anak muda dapat
dilatih untuk melestarikan budaya lokal, contohnya tarian suatu adat agar
nantinya mereka dapat memperkenalkan tarian adat tersebut sebagai bagian dari
budaya lokal kepada masyarakat luas hingga level internasional.
Isi
Budaya
lokal dapat mencakup tarian adat, kerajinan lokal, musik tradisional, hingga
rumah adat yang ada dalam suatu suku. Budaya lokal dapat dimanfaatkan oleh anak
muda untuk dapat mengenal asal usulnya dengan baik. Topik essai ini berisi
penguatan budaya lokal yang dapat dilakukan dengan peran dari sekolah dan
komunitas lokal dengan menerapkan beberapa program untuk melestarikan budaya
lokal, yang akan dibahas lebih mendalam di bawah ini.
1.
Workshop untuk Melestarikan Tarian Adat
Tarian adat menjadi program pertama yang
dapat dilakukan dengan melibatkan komunitas penari adat lokal. Workshop tarian
adat menjadi program edukasi agar para siswa dapat mengembangkan kreativitas,
memperkuat rasa cinta pada budaya lokal, membangun rasa tanggung jawab, dan
percaya diri (Amalia et al., 2025). Workshop ini dapat dilakukan oleh pihak
sekolah dengan mengundang salah satu penari adat lokal untuk mementaskan tarian
adat di depan para siswa di sekolah. Workshop ini juga diharapkan dapat melibatkan
para siswa untuk mengamati dan meniru tarian adat yang telah dipentaskan oleh
penari adat lokal agar mereka senantiasa menampilkan tarian adat dengan baik
agar kedepannya dapat dilestarikan kepada generasi mendatang.
2.
Lomba Seni Kerajinan Lokal
Menurut Novita et al. (2026), salah satu
strategi untuk memperkuat budaya lokal adalah mengadakan ajang lomba budaya
lokal. Seni dari setiap adat mempunyai daya tarik atau keunikan sendiri yang
menonjolkan ciri khas dari setiap adat. Salah satu bentuk seni yang dapat
dilakukan melalui kolaborasi antara pihak sekolah dengan komunitas lokal adalah
mengadakan lomba untuk membuat kerajinan lokal yang diadakan di sekolah dengan
melibatkan juri dari komunitas lokal untuk menilai seberapa menarik seni
kerajinan lokal yang dibuat oleh para siswa. Pihak sekolah juga dapat
memberikan apresiasi kepada para pemenang dengan memberikan hadiah agar
memotivasi para siswa untuk bertekad membuat karya kerajinan dengan penuh
semangat. Hasil kerajinan lokal yang dibuat oleh para siswa dapat dipajang di
sekolah maupun di komunitas lokal agar menjadi bukti bahwa para siswa telah
menjadi agen untuk melestarikan budaya lokal dan nantinya dapat ditunjukkan
kepada masyarakat luas melalui peran media sosial.
3.
Festival Musik Tradisional
Menurut Bahang et al. (2025), musik
tradisional biasanya dipentaskan dalam suatu acara yang ditonton oleh banyak
orang dengan tujuan untuk mendorong penguatan komunitas lokal dan pengembangan
pendidikan budaya. Musik tradisional biasa dilengkapi dengan peralatan menyanyi
dan alat-alat pentas lainnya. Pelaksanaan festival musik tradisional dapat
dilakukan sebagai program edukasi pelestarian budaya lokal dengan melibatkan
para siswa di sekolah untuk menampilkan musik tradisional di sebuah festival
dengan melibatkan komunitas lokal untuk melatih para siswa agar menampilkan
musik tradisional dengan baik serta
dapat dipertontonkan dengan layak kepada banyak orang. Pihak sekolah dan
komunitas juga dapat menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk digunakan oleh
para siswa dalam festival musik tradisional, termasuk kostum busana agar lebih
menarik dan menonjolkan budaya lokal. Pemberian kostum busana, seperti
pemakaian baju adat dapat dipertimbangan agar masyarakat luas juga dapat
melestarikan budaya lokal.
4.
Sesi Kunjungan Rumah Adat
Rumah adat dalam sebuah suku di
Indonesia sangat bermacam-macam. Sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal,
sesi kunjungan untuk memperkenalkan rumah adat secara langsung sangat
dibutuhkan oleh para siswa sebagai penerus generasi bangsa. Sesi kunjungan
dapat dilakukan dengan melibatkan beberapa guru di sekolah disertai dengan
pendampingan oleh salah satu wakil dari komunitas budaya lokal yang
berpengalaman. Sesi kunjungan rumah adat perlu didampingi oleh orang yang tahu
seluk beluk cerita dari pembangun rumah adat maupun simbol-simbol yang biasanya
ditemui untuk mengetahui makna simbol-simbol tersebut dengan lebih mendalam.
Kunjungan rumah adat juga dapat mengungkap nilai-nilai historis, filosofi, dan
sosial yang menggambarkan kearifan budaya lokal (Zaun & Sa, 2026). Hal-hal
tersebut menjadi edukasi yang baik bagi para anak muda agar cerita tersebut
tetap hidup di tengah-tengan masyarakat sebagai bagian dari pelestarian budaya
lokal setempat agar ceritanya dapat diwarisi secara turun-temurun.
Penutup
Generasi emas suatu bangsa
dapat dilihat dari peran anak muda yang terus berkarya agar dapat memajukan
negaranya di masa depan. Peran guru di sekolah menjadi peran penting agar anak
muda dapat mempunyai edukasi yang baik terkait berbagai aspek dalam kehidupan,
salah satunya adalah budaya lokal yang sangat perlu untuk dilestarikan. Edukasi
budaya lokal dapat dilakukan dengan melibatkan komunitas lokal yang berisi
berbagai individu dengan tujuan bersama yakni untuk melestarikan budaya lokal.
Kolaborasi antara pihak sekolah dan komunitas lokal dengan melibatkan para
murid sebagai generasi penerus bangsa dapat dilakukan dengan melakukan
program-program edukasi, seperti workshop untuk melestarikan tarian adat, lomba
membuat seni kerajinan lokal, pengikutsertaan para siswa untuk festival musik
tradisional, dan sesi mengunjungi rumah adat setempat dengan pendampingan dari
pihak guru dan wakil dari komunitas lokal yang telah berpengalaman.
Referensi
Aisara,
F., Nursaptini, N., & Widodo, A. (2020). Melestarikan kembali budaya lokal
melalui kegiatan ekstrakulikuler untuk anak usia sekolah dasar. Cakrawala
Jurnal Penelitian Sosial, 9(2), 149–166. https://ejournal.uksw.edu/cakrawala/article/view/4411
Amelia,
Y., Herlinawati, S., Ramadiyanti, E., & Mahmudah, I. (2025). Pelestarian
budaya lokal melalui tari bahalai upaya meningkatkan apresiasi seni dan potensi
siswa. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(02),
752–759. https://gembirapkm.my.id/index.php/jurnal/article/view/987
Bahang,
A. D. J., Budarsa, G., & Pravitasari, P. K. (2025). Peran musik kontemporer
dalam pelestarian budaya tradisional di Ruteng, Manggarai, Flores, NTT. Dharma
Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 94–103. https://doi.org/10.47861/jdan.v3i1.1671
Novita,
R., Saputra, D. A. M., Fauzi, M. I., Wibisana, D. J., & Firdausi, R. A. F.
N. R. (2026). Upaya pelestarian budaya lokal melalui lomba permainan
tradisional di wilayah Mulyorejo. Ganesha: Jurnal Pengabdian Masyarakat,
6(1). https://doi.org/10.36728/ganesha.v6i1.5389
Zaun, B.
M., & Sa, M. D. E. (2026). Pelestarian kearifan lokal melalui rumah adat
Wolokaro dan situs Gading Gajah: Pengalaman observasi lapangan mahasiswa
profesi keguruan di Kelurahan Roworena Barat, Kabupaten Ende. Jejak
Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan, 10(1).
.png)
0 Comments