Guru sebagai Teladan Literasi Digital bagi Generasi Muda

 Disusun oleh: Aurel Alysha Pradipta (20624020) Etika Profesi Keguruan A

PENDAHULUAN

Indonesia memperingati Hari Guru Nasional pada setiap tanggal 25 November sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi para pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada tahun 2025, peringatan ini memiliki makna yang semakin mendalam karena dunia pendidikan sedang berada di tengah arus percepatan transformasi digital. Teknologi berkembang begitu cepat, dan generasi muda kini hidup dalam lingkungan yang sarat informasi, interaksi, serta aktivitas yang berlangsung secara daring. Namun, kemajuan tersebut tidak selalu sejalan dengan kemampuan siswa dalam memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Tantangan seperti hoaks, cyberbullying, ketergantungan gawai, dan rendahnya etika digital terus menghantui ruang belajar mereka.

Dalam hal inilah, peran guru kembali menjadi sorotan penting. Tidak hanya sebagai pengajar di kelas, guru juga merupakan teladan utama dalam membimbing generasi muda agar mampu menghadapi dunia digital dengan kecerdasan dan tanggung jawab. Guru dituntut untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menunjukkan contoh nyata bagaimana menggunakannya secara etis, aman, dan produktif. Peringatan Hari Guru Nasional pada tahun ini menjadi momentum tepat untuk menegaskan kembali betapa krusialnya keteladanan guru dalam memperkuat literasi digital demi membentuk generasi yang kritis, beretika, dan siap menghadapi masa depan.

ISI

Generasi muda saat ini menghadapi banyak tantangan di dunia digital. Informasi yang beredar di internet tidak semuanya benar, dan tanpa bimbingan yang tepat, siswa rentan terjebak dalam penyebaran hoaks, manipulasi informasi, atau bahkan kejahatan siber. Selain itu, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menciptakan masalah baru seperti cyberbullying, kecanduan gawai, serta menurunnya kemampuan bersosialisasi dan berfikir kritis. Rendahnya tingkat literasi digital juga membuat siswa cenderung menerima informasi secara mentah tanpa mengecek kebenarannya. Semua tantangan ini menunjukkan bahwa generasi muda membutuhkan sosok yang mampu membimbing dan memberikan contoh nyata dalam menghadapi dunia digital.

Guru sebagai pendidik tidak hanya memiliki tanggung jawab mengajar materi, tetapi juga menjadi teladan bagi para siswa, terutama dalam hal penggunaan teknologi. Keteladanan guru terlihat dari bagaimana mereka memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran, bagaimana mereka beretika di ruang digital, dan bagaimana mereka mengajarkan siswa untuk bersikap kritis dan bertanggung jawab ketika berselancar di internet. Guru yang menunjukkan kebiasaan positif dalam penggunaan teknologi akan memberikan pengaruh besar bagi siswa, karena mereka cenderung meniru perilaku guru yang mereka anggap sebagai panutan.

Untuk menjadi teladan literasi digital, guru perlu menerapkan berbagai strategi yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Salah satu strategi tersebut adalah memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran. Penggunaan platform pembelajaran, video edukatif, aplikasi interaktif, dan sumber informasi digital lainnya dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus melatih kemampuan mereka dalam mengakses dan memahami informasi. Melalui praktik ini, guru tidak hanya mengajarkan konsep literasi digital, tetapi juga menunjukkan cara menggunakannya secara langsung.

Selain itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek digital juga dapat menjadi langkah efektif. Dengan mengajak siswa membuat presentasi digital, blog, video edukasi, atau konten lainnya, guru dapat melatih kemampuan siswa dalam menciptakan karya digital yang berkualitas. Proyek semacam ini mendorong siswa untuk belajar mengolah informasi, bekerja sama, dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Lebih dari itu, mereka juga belajar bertanggung jawab atas konten yang mereka hasilkan.

Penguatan etika digital merupakan strategi penting lainnya yang harus dilakukan oleh guru. Etika digital meliputi cara menjaga keamanan data pribadi, menggunakan bahasa yang sopan di dunia maya, serta memahami bahwa setiap aktivitas di internet meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak pada masa depan. Guru, melalui ucapan dan tindakan, dapat memberikan contoh bagaimana etika ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami nilai moral yang harus dipertahankan dalam ruang digital.

Keteladanan guru dalam literasi digital memiliki dampak positif yang besar bagi perkembangan generasi muda. Siswa yang terbiasa melihat guru menggunakan teknologi dengan baik akan cenderung mencontoh perilaku tersebut. Mereka akan lebih kritis dalam menerima informasi, lebih bijak dalam menggunakan media sosial, dan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka bagikan di internet. Selain itu, budaya digital yang sehat di lingkungan sekolah akan mendorong siswa untuk berkreasi dan berinovasi secara produktif.

PENUTUP

Pada akhirnya, guru berperan sebagai pilar utama dalam membangun generasi yang tidak hanya berteknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat. Keteladanan guru akan menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi muda yang mampu menghadapi tantangan era modern dengan kecerdasan, kreativitas, dan integritas. Oleh karena itu, penguatan peran guru sebagai teladan literasi digital harus menjadi prioritas bersama dalam dunia pendidikan.

Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Guru sebagai pembimbing dan panutan memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan tersebut. Dengan memberikan contoh nyata dalam penggunaan teknologi yang bijak, produktif, dan beretika, guru dapat membantu siswa menjadi generasi yang siap menghadapi era digital. Harapannya, dengan sinergi antara guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat, literasi digital di Indonesia dapat meningkat sehingga tercipta generasi muda yang berdaya saing tinggi dan bermartabat.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Y. (2023). Peran Guru dalam Membina Literasi Digital Peserta Didik pada Konsep                                                                              

Pembelajaran Abad 21. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(2), 408-414.

Nugraeni, D., & Suyatno, S. (2023). Literasi Digital Guru Dalam Pembelajaran Daring di 

Sekolah Dasar. Jurnal Paedagogy, 10(4), 1034-1044.

Nurhidayah, W., Riyadi, A. R., & Maulidah, N. (2025). Pemahaman Literasi Digital Guru

dan Implikasinya dalam Pembelajaran Berdiferensiasi. Elementary Journal: Jurnal

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(1), 222-228.

 

 

Post a Comment

0 Comments