Oleh: Intan Khairina Ramadhani (20624010)_Etika Profesi Keguruan -A
PENDAHULUAN
Di
era digital seperti sekarang ini, pendidikan mengalami transformasi besar yang
terus berkembang, terutama mengenai teknologi dalam proses pembelajaran. Di era
ini juga, para guru harus menghadapi tantangan untuk menerapkan strategi
pembelajaran yang berbasis digital (Payong, Mulyatno, dan Antony, 2024).
Seperti yang kita tahu, sejak adanya pandemi covid-19 yang menjadikan
pembelajaran dilakukan secara daring, kondisi tersebut menjadikan siswa
terbiasa menggunakan alat digital dalam proses pembelajaran dan di kehidupan
sehari-hari. Dari situlah kreativitas guru menjadi tantangan utama dalam
pembelajaran berbasis digital guna membuat proses belajar menjadi menarik dan
bermakna bagi siswa. Dengan adanya pembelajaran yang menarik dapat menjadikan
siswa lebih aktif, kreatif, dan antusias untuk mengikuti pembelajaran.
Dengan
adanya teknologi, guru tidak lagi menjadi sumber pengetahuan utama, tetapi guru
berperan sebagai fasilitator yang akan membimbing dan membantu siswa untuk
menggunakan teknologi secara tepat. Studi menunjukkan bahwa penggunaan
teknologi dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan partisipasi dan
meningkatkan motivasi siswa, dengan catatan guru tersebut dapat memanfaatkan
teknologi dengan benar dan tepat. Oleh karena itu, guru tidak hanya harus
menguasai teknologi, namun guru juga harus bisa menerapkan teknologi secara
tepat agar dalam proses belajar menjadi lebih bermakna dan pembelajaran itu
menjadi lebih efektif.
PEMBAHASAN
Pendidikan
dapat memberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan teknologi yang
semakin dibutuhkan dalam dunia kerja yang terus berubah di era digital. Penggunaan
platform kolaborasi virtual juga telah terbukti dapat meningkatkan
aksesibilitas siswa terhadap materi pelajaran. Fitur-fitur platform tersebut,
seperti forum diskusi, berbagi file, dan video pembelajaran, dapat memungkinkan
siswa mengakses materi pelajaran kapan saja dan di mana saja, hal itulah yang sangat
mendukung dalam proses belajar. Selain itu, platform-platform ini juga
memungkinkan siswa terlibat lebih aktif dalam berbagai kegiatan belajar,
seperti mengerjakan tugas secara kelompok.
Namun,
selain terdapat banyak manfaat terdapat juga beberapa masalah yang harius
dihadapi, salah satu masalah seperti kesenjangan digital dan keamanan data
masih menjadi masalah utama. Untuk memastikan bahwa pendidikan digital dapat
diakses secara adil dan aman untuk semua orang, diperlukan upaya bersama dari
berbagai pihak. Salah satunya dari pihak pendidikan, sekolah dan lembaga
pendidikan harus berperan aktif dalam menyediakan pelatihan bagi guru agar
mereka mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dan etis dalam proses
pembelajaran (Sagala et al., 2024).
Selain
itu, dalam menggunakan platform kolaborasi virtual juga terdapat masalah
tentang aksesibilitas teknologi. Siswa memang dapat belajar dimana saja dan
kapan saja, namun siswa juga menghadapi tantangan utama untuk menggunakan
platform sepenuhnya di banyak tempat, terutama jika tinggal di daerah yang minimnya
akses internet dan daerah yang kurang berkembang. Akses internet yang terbatas
menjadi hambatan utama ini. Siswa yang tidak memiliki akses yang memadai dapat
mengalami ketertinggalan karena kualitas internet yang buruk sering menghambat
proses belajar online. Selain itu, masalah menjadi besar bagi guru dan siswa
untuk mengatasi keterampilan digital yang kurang. Penggunaan platform ini tidak
akan efektif tanpa dukungan dan instruksi yang memadai.
Digitalisasi
semakin masuk ke dalam berbagai sistem yang ada di dunia pendidikan, didukung
oleh sistem pengawasan dan evaluasi online yang terintegrasi. Ini mencakup
layanan pendidikan, pembelajaran online, publikasi digital, perpustakaan
elektronik, buku digital, dan pengembangan seluruh sistem pendidikan digital. Selain
itu, sistem pendidikan digital mendorong munculnya institusi pendidikan yang
menggunakan teknologi digital (Amirudinet et al., 2023).
E-learning
adalah salah satu bentuk teknologi pendidikan yang berkembang dan memungkinkan
siswa belajar secara online dengan akses ke berbagai sumber daya digital. Platform
ini memungkinkan siswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja mereka inginkan,
hal ini yang sangat penting untuk pembelajaran jarak jauh. Selain itu, aplikasi
pembelajaran adalah salah satu inovasi yang paling disukai oleh siswa dan guru.
Platform
digital lainnya seperti Google Classroom, dan Moodle telah mengubah cara guru
berinteraksi dengan siswa dan mengatur pembelajaran. Platform ini memungkinkan guru membagikan
konten, memberikan tugas, dan memberikan umpan balik secara online. Platform
ini juga memungkinkan guru mengatur dan memantau perkembangan siswa secara
terstruktur. Selain itu, fitur komunikasi langsung yang ada di platform digital
memungkinkan siswa dan guru berinteraksi satu sama lain meskipun mereka tidak
berada di ruang kelas yang sama.
Teknologi pendidikan telah memungkinkan metode pembelajaran yang lebih
bervariasi dan interaktif. Hal ini memungkinkan siswa mengakses berbagai
materi, mengoptimalkan waktu belajar, dan menyesuaikan pembelajaran dengan
kebutuhan mereka.
Dalam
pendidikan, kolaborasi antara guru dan teknologi memiliki banyak keuntungan.
Ini dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa dan menjadikannya lebih
relevan. Teknologi tidak hanya berperan sebagai alat pendukung, tetapi teknologi
juga sudah termasuk bagian penting dari adannya strategi pembelajaran, yang
dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pengajaran. Secara keseluruhan,
platform kolaborasi virtual juga dapat memberikan peran yang sangat penting
dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif, dinamis, dan adaptif
terhadap kemajuan teknologi. Pendidikan di masa depan dapat menjadi lebih
efisien dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia yang semakin digital
dengan mengatasi tantangan yang ada dan memaksimalkan potensi platform ini.
PENUTUP
Ada kemungkinan bahwa penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Namun, hal ini dapat dicapai hanya jika guru tersebut sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup memadai tentang penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta nantinya dapat menerapkannya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan di era digital ini, dan memiliki infrastruktur sekolah yang mendukung. Harapannya proses belajar di era digital ini menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa dengan integrasi teknologi digital yang efektif. Karena dengan pembelajaran yang menarik dan efektif akan dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, pendidikan perlu terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi agar dapat memberikan pengalaman belajar yang baik dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
DAFTAR PUSTAKA
|
Agustin, M. R., Mulyatno, C. B., & Antony, R.
(2024). Pengalaman guru dalam memaknai kerjasama kreatif menyelenggarakan
pembelajaran berbasis digital. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
Sosial, 11(4), 1436. Eldo,
H. (2025). Platform Kolaborasi Virtual Meningkatkan Interaksi antara Guru dan
Siswa di Era Digital. Seumike: Society Progress Journal, 1(1). Handayani,
T., & Qomariyah, B. (2024). KOLABORASI ANTARA SEKOLAH DAN INDUSTRI
TEKNOLOGI 5.0: KOLABORASI ANTARA SEKOLAH DAN INDUSTRI TEKNOLOGI 5.0. Journal
Educatione, 1(3), 53.
|
|
0 Comments