Pekalongan – Suasana kebersamaan dan penuh kehangatan tampak
jelas dalam kegiatan tasyakuran bakda Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah yang
diselenggarakan oleh warga Mushola Al-Anwar, Karangasem, Desa Proto, Kecamatan
Kedungwuni, pada Sabtu (21/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi
tahunan yang terus dijaga sebagai wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat
tali silaturahmi antarwarga.
Setelah pelaksanaan Sholat Idul Fitri di pagi hari, warga
secara bergotong royong berkumpul di Mushola Al-Anwar dengan membawa berbagai
hidangan khas lebaran. Kegiatan tasyakuran ini dipimpin oleh K. Nasruddin
selaku tokoh agama setempat, serta dikoordinir oleh Bapak Ahmad Taufiq sebagai
Ketua Pengurus Mushola Al-Anwar.
Dalam sambutannya, K. Nasruddin menyampaikan bahwa tradisi
tasyakuran ini memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan
keagamaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar
rutinitas, tetapi memiliki makna mendalam sebagai bentuk syukur atas nikmat
yang telah diberikan Allah SWT selama bulan Ramadan.
“Tradisi ini sangat bagus untuk memperkuat tali silaturahmi
di antara warga mushola, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kita karena telah
menyelesaikan ibadah Ramadan dengan penuh keikhlasan. Ini adalah momentum kebersamaan
yang harus terus kita jaga,” ungkap K. Nasruddin di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat
kebersamaan dan nilai-nilai ibadah yang telah dibangun selama bulan Ramadan
agar tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Idul Fitri bukanlah
akhir dari ibadah, melainkan awal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan
ketakwaan.
Sementara itu, Ahmad Taufiq selaku koordinator kegiatan
sekaligus Ketua Pengurus Mushola Al-Anwar menyampaikan apresiasi yang tinggi
kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan
kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kekompakan warga menjadi kunci utama
terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh kebahagiaan.
“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme warga yang luar
biasa. Semua saling berkontribusi, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan. Ini
menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih sangat kuat di
tengah masyarakat kita,” ujar Ahmad Taufiq.
Lebih lanjut, ia berharap tradisi ini dapat terus
dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas sosial warga Mushola Al-Anwar.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan komunikasi antarwarga
sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Acara tasyakuran berlangsung dengan penuh keakraban. Setelah
sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH
Muhlisin selaku penasihat Mushola Al-Anwar. Dalam doanya, beliau memohon agar
seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT serta diberikan
keberkahan dalam kehidupan ke depan.
Dalam komentarnya, KH Muhlisin menyampaikan bahwa kegiatan
seperti ini memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat tinggi. Ia
menekankan bahwa kebersamaan dalam bingkai ibadah akan melahirkan kekuatan
sosial yang positif di tengah masyarakat.
“Kegiatan tasyakuran ini bukan hanya soal makan bersama,
tetapi juga mempererat hati, menguatkan ukhuwah, dan menanamkan nilai
kebersamaan. Ini adalah bagian dari praktik nyata ajaran Islam dalam kehidupan
sosial,” tutur KH Muhlisin.
Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan
salam-salaman antarwarga. Momen ini menjadi sangat mengharukan, di mana warga
saling bermaafan dengan penuh keikhlasan, menciptakan suasana haru sekaligus
bahagia.
Sebagai penutup, seluruh warga menikmati hidangan bersama
yang telah disiapkan. Berbagai menu khas lebaran tersaji, seperti lontong, opor
ayam, aneka buah-buahan, serta berbagai makanan lainnya yang menambah semarak
suasana kebersamaan.
Kegiatan tasyakuran ini tidak hanya menjadi ajang perayaan
Idul Fitri, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan, gotong
royong, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini diharapkan
terus lestari dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang dalam menjaga
harmoni sosial dan keagamaan.
.jpeg)

0 Comments