Desvi Amanda Zahrotussita
Pendahuluan
Pendidikan merupakan
seluruh bentuk daya upaya dan usaha yang dilakukan secara sadar, terencana, dan
berkelanjutan untuk membantu individu dalam mengembangkan potensi dirinya
secara optimal. Melalui pendidikan, masyarakat diarahkan agar mampu membentuk
kekuatan spiritual keagamaan yang kokoh, memiliki kemampuan dalam mengendalikan
diri, serta membangun kepribadian yang matang dan bertanggung jawab. Selain
itu, pendidikan juga berperan dalam meningkatkan kecerdasan, baik secara
intelektual, emosional, maupun sosial, sehingga individu dapat berpikir kritis
dan bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Lebih jauh,
pendidikan bertujuan untuk menumbuhkan akhlak mulia dan karakter yang baik,
serta membekali setiap individu dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sehingga mampu
berkontribusi secara positif sebagai anggota masyarakat dan warga negara
Isi
Ketimpangan akses
pendidikan di Indonesia berakar pada masalah struktural, terutama kondisi
geografis dan distribusi sumber daya yang tidak merata. Bentang alam yang luas
dan terfragmentasi membuat pembangunan infrastruktur sekolah yang layak di
wilayah pedalaman sangat sulit, sementara kondisi jalan dan transportasi yang
buruk mempersulit siswa maupun guru untuk menjangkau sekolah. Selain itu, guru
berkualitas cenderung terpusat di kota, sedangkan daerah terpencil sering
kekurangan guru tetap atau bergantung pada tenaga honorer dengan fasilitas
terbatas, sehingga kualitas pembelajaran menurun dan risiko putus sekolah
meningkat. Di era digital, ketimpangan ini diperparah oleh digital gap:
minimnya sinyal internet, perangkat teknologi, dan literasi digital membuat
transformasi pendidikan berbasis teknologi seolah hanya menjadi hak istimewa
masyarakat kota. Di daerah terpencil, keterbatasan infrastruktur dan pelatihan
menyulitkan guru dan siswa memanfaatkan pembelajaran daring dan platform
digital, sehingga jurang kesenjangan antara wilayah maju dan tertinggal semakin
lebar.
Penutup
Hari Pendidikan Nasional
harus menjadi momentum refleksi kolektif yang mendalam bagi seluruh bangsa.
Kita tidak boleh berpuas diri hanya dengan kemajuan pendidikan di kota-kota
besar, di mana fasilitas sekolah modern dan guru berkualitas sudah menjadi hal
biasa. Sementara itu, di pelosok negeri seperti di daerah terpencil Kalimantan,
Papua, atau Nusa Tenggara masih ada ribuan anak-anak yang harus bertaruh nyawa
setiap hari, menyeberangi sungai deras tanpa jembatan, mendaki bukit curam,
atau berjalan kaki berjam-jam demi mengejar sebuah ijazah. Data Kementerian
Pendidikan menunjukkan bahwa lebih dari 1,5 juta anak putus sekolah akibat
akses yang sulit, memperlemah fondasi pembangunan manusia kita. Mewujudkan
kesetaraan akses pendidikan bagi masyarakat lokal bukan sekadar program,
melainkan janji kemerdekaan yang harus segera dilunasi oleh pemerintah,
sekolah, dan masyarakat. Karena pada akhirnya, kualitas sebuah bangsa tidak
diukur dari seberapa cerdas masyarakat di ibu kotanya, tetapi dari seberapa
adil pendidikan diberikan kepada mereka yang berada di garis terdepan
wilayahnya para pelopor masa depan yang pantas mendapat kesempatan sama.
Referensi
Amani, Z. L., Agtania, A. Z.,
Robinson, N. A., Nawali, W., & Firmantika, L. (2024). Kesenjangan
Pendidikan di Daerah Terpencil (Riau) . Jurnal Pendidikan, 36.
Aulia, A. N.,
Rahayu, T. H., Suriansyah, A., & Celia, C. (2024). Pendidikan Berbasis
Kearifan Lokal: Menjaga Tradisi dan Membangun Masa Depan Masyarakat
Banjarmasin. Junal Penelitian Multidisiplin.
Berliana, N.,
Hamidah, N. F., & Jasmi, R. A. (2024). Tantangan Dan Solusi Pendidikan Di
Daerah Terpecil: Studi Kasus Di Desa Cisampang. Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat Bidang Ekonomi & Bisnis, 1.
Dalimunthe, S.
M., Rambe, M. H., & Dwinta, N. (2025). Solusi Krisis Pendidikan Di Daerah
3T: Pendekatan dan Inovasi Untuk Kemajuan. Jurnal Pendidikan dan
Pengajaran.
Indrayani,
Ketut Aries; , Musdarwinsyah; Werang, Basilius Redan;. (2025). Upaya Dalam
Pemerataan Pendidikan di Daerah Terpencil. Jurnal Ekonomika, Bisnis, dan
Humaniora.
Nashifah, H.
L., & Khasanah, N. (2025). Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Mobilitas
Sosial di Era Modern. Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora.
Zurhatin,
Nurhasanah, & Nurlaila. (2021). Pandangan Dan Perjuangan Ki Hajar
Dewantara Dalam Memajukan Pendidikan Nasional. Jurnal Pendidikan IPS,
47.
.png)
0 Comments